-->

Rabu, 28 November 2007

Ujian Kenaikan Tingkat

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Pengurus Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia mengundang seluruh anggota PTI dan simpatisan Thifan Po Khan untuk hadir pada acara Ujian Kenaikan Tingkat yang Insya Allah akan diadakan :

Lokasi : Bumi Perkemahan Cibubur (dekat masjid)
Hari & Tanggal : Ahad, 16 Desember 2007
Waktu : 08.00 s.d. selesai

Pada acara tersebut Diwan i Kheda akan menyediakan produk-produk sebagai berikut :
Produk khusus anggota
- Seragam PTI
- Sabuk (khusus anggota)
- Pin PTI
Produk umum
- Sticker (cutting) PTI dan Thifan Po Khan (umum)
- Buku "Jaringan Gelap Freemasonry" dan "Kedokteran Islam"

Demikian kami sampaikan.

Wassalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Diwan i Kheda PTI

[+/-] Selengkapnya...

Jumlah Dana Investor

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Alhamdulillah, sampai saat ini, dana yang sudah kami terima dari para investor untuk pengembangan Bidang Usaha Diwan i Kheda PTI sebesar :

Rp. 8.000.000,- (Delapan Juta rupiah)

Kami sampaikan Jazaakumullaahu khairan katsiiraa atas kepercayaan para Investor kepada kami. Kami tunggu partisipasi anggota PTI yang lain untuk menginvestasikan dananya pada kami.

Wassalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Diwan i Kheda

[+/-] Selengkapnya...

Peluang Bisnis

Assalaamu'alaikum wr wb

Kabar Gembira!!!

Anda Anggota PTI yang sedang mengembangkan usaha home industry?
Trus bingung untuk mendistribusikan produk-produk Anda?

Kini Diwan i Kheda PTI akan membantu Anda untuk mendistribusikan produk-produk Anda.
Profile usaha atau perusahaan Anda juga bisa ditampilkan di Blog ini.

Silahkan hubungi Pengurus Diwan i Kheda untuk keterangan lebih lanjut.

Ayo buruan !!!!!

Wassalaamu'alaikum wr wb

[+/-] Selengkapnya...

Peluang Investasi

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

Sehubungan dengan rencana pengembangan usaha yang dilakukan oleh Diwan i Kheda, kami memberikan kesempatan kepada seluruh anggota Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia untuk ikut andil dalam rencana ini dengan cara Investasi.

Bagi yang berminat silahkan kirim permohonan ke email diwanikhedapti@gmail.com dengan mencantumkan :

1. Nama lengkap
2. Alamat lengkap
3. Nomor Telp/HP yang bisa dihubungi
4. Nama Lanah dan Pembimbingnya

Selanjutnya akan kami kirim file Proposal Investasi untuk dipelajari oleh calon investor.

Dengan menginvestasikan dana ke Dewan I Kheda, Anda sudah ikut andil dalam mengembangkan Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia. Semoga Anda melihat peluang ini sebagai ladang untuk beramal shaleh.

Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

Diwan i Kheda

[+/-] Selengkapnya...

Peresmian Pengurus Diwan I Kheda

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

Pada tanggal 2 September 2007, lembaga Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia telah mensahkan perubahan susunan Pengurus Pusat, dengan adanya perubahan tersebut diharapkan PTI bisa melangkah lebih maju dan dapat mengejar ketinggalan. perubahan itu diantaranya ada pada susunan pengurus Diwan i Kheda.

Salah satu tugas Diwan i Kheda adalah pengembangan usaha lembaga, dalam hal ini kami tidak hanya menyediakan produk-produk khusus untuk anggota PTI, tetapi kami akan sediakan produk-produk yang dijual bebas untuk para simpatisan Thifan Po Khan (Thifaner), sekedar melepas kerinduan para Thifaner untuk memperlihatkan rasa bangga mereka karena telah atau pernah bergabung dengan Thifan Po Khan.

Produk-produk tersebut Insya Allah akan launching pada bulan Syawwal, kami mohon du'anya dari seluruh Thifaner agar kami bisa menjaga amanah ini.

Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

Diwan I Kheda PTI

[+/-] Selengkapnya...

Prakata

Buku ini disusun pertama kali pada bulan April 2005 tidak lama setelah Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia dibentuk, tadinya buku ini akan kami beri judul "Buku Putih Thifan Po Khan" karena kami berharap isi dari buku ini bisa menyampaikan sejarah Thifan Po Khan apa adanya, mulai dari awal munculnya Thifan Po Khan, masuk ke Indonesia, munculnya aliran-aliran Thifan Po Khan sampai berdirinya Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia.

Setelah kami konsultasikan dengan guru kami, Ust. A.D. El Marzdedeq, beliau menganjurkan supaya buku ini nantinya diberi judul "Pasang Surut Thifan Po Khan", karena isi buku ini menggambarkan bagaimana pasang surutnya perjuangan tamid-tamid Thifan Po Khan dalam menyampaikan amanah "wakaf" ilmu Thifan Po Khan ini.

Karena permasalahan klasik (keterbatasan dana), buku ini sampai sekarang belum bisa kami terbitkan, Insya Allah kami akan segera menerbitkan buku ini jika dana investasi yang kami kumpulkan dari investor mencukupi. Kami harapkan investasi dari Anda para tamid-tamid Thifan Po Khan.

Untuk menjaga hubungan silaturrahim kami tetap baik antara kami dengan aliran Thifan lainnya, maka dalam blog ini kami tidak menuliskan nama aliran-aliran Thifan Po Khan secara jelas, tapi cukup inisialnya saja, tetapi dalam buku yang akan kami terbitkan, akan kami tuliskan apa adanya, karena buku ini disebarkan untuk kalangan tertentu saja.

[+/-] Selengkapnya...

Pembahasan Selanjutnya

Pembahasan berikutnya dari buku "Pasang Surut Thifan Po Khan" diantaranya :

  • Tingkatan Latihan Thifan Po Khan
  • Syarat mempelajari Thifan Po Khan
  • Janji Thifan Po Khan
  • Asal-Usul Jurus-Jurus Thifan Po Khan
  • Materi Latihan Thifan Po Khan
  • Meneliti Beladiri Menurut Tuntunan Aqidah Islamiyyah
  • Daht wa Naht

[+/-] Selengkapnya...

Status Ilmu Thifan Po Khan

Status ilmu Thifan Po Khan adalah Wakaf, sebagaimana tercantum dalam kitab Zhodam (kitab yang sebagian isinya menceritakan hikayat-hikayat para pendekar Thifan), pada waktu seorang guru mau mengajarkan ilmu Thifan Po Khan selalu mengatakan :

"kami wakafkan Thifan dan tidaklah kami hadiahkan karena ditakutkan menjadi milik pribadi lalu jatuh ke tangan munafikin yang merupakan musuh dalam selimut, semoga Allah menjadi saksi wakaf ini".

Maksud wakaf disini adalah agar ilmu Thifan Po Khan ini diajarkan tetap sebagaimana aslinya, tidak dicampur aduk dengan jenis beladiri lain.
Di dalam jiwa tamid-tamidThifan Po Khan ditanamkan semangat sebagai berikut :

"Kamu itu dididik untuk Islam dan demi Islam, jika kamu telah selesai kelak, camkanlah dalam lubuk hatimu bahwa ilmu yang terpegang itu bukan semata-mata milikmu".

[+/-] Selengkapnya...

Terbentuknya Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia

Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia (PTI) dibentuk pada awal tahun 2005, terbentuknya PTI terjadi setelah beberapa orang pembimbing Thifan Po Khan aliran "T" mengkaji kembali kitab nara sumber Thifan Po Khan, mereka menyadari bahwa ternyata Thifan Po Khan aliran "T" sudah terlalu jauh lepas dari kaidah pelatihan Thifan Po Khan, mereka menginginkan kemurnian pelatihan Thifan Po Khan, maka dibentuklah PTI yang salah satu visi nya adalah mengembalikan kemurnian kaidah ilmu Thifan Po Khan.

Sebagian besar anggota Thifan dari "T" dan kelompok lain menyatakan mendukung berdirinya Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia dan siap bergabung dengan Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia.

Sesuai dengan namanya, Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia disingkat PTI merupakan wadah persaudaraan kelompok-kelompok Thifan Po Khan, bertujuan untuk menyatukan kelompok-kelompok bela diri Thifan Po Khan dalam satu organisasi yang berlandaskan Al Qur'an dan As Sunnah, serta berbadan hukum yang diresmikan oleh pemerintah Indonesia.

Dalam organisasi ini diharapkan kelompok-kelompok bela diri Thifan Po Khan bisa melebur dalam satu kepengurusan, dengan menyamakan visi dan misi, melangkah bersama untuk membentuk pribadi-pribadi yang berfisik sehat, kuat, cerdas dan terampil serta berakhlaqul karimah serta berdakwah dengan sarana bela diri Thifan Po Khan yang bebas dari Takhayul Bid'ah dan Khurofat.

[+/-] Selengkapnya...

Munculnya Aliran-aliran Thifan

Kitab Thifan Po Khan berbahasa urwun yang sudah diterjemahkan dalam bahasa melayu, dalam kitab tersebut bentuk jurus tidak dijelaskan dengan sangat mendetil, karena kitab tersebut penuh dengan senzho (siasat), sehingga muncul berbagai penafsiran dalam memperaktekan bentuk jurus, sebenarnya penafsiran-penafsiran tersebut bisa dibenarkan, tetapi harus ditetapkan bentuk baku jurus untuk diajarkan kepada anggota Thifan, di sinilah masalahnya, masing-masing orang yang merasa mampu menafsirkan isi kitab Thifan tidak mau mengalah, masing-masing menginginkan cara penafsirannyalah yang dibakukan dan diajarkan kepada anggota Thifan.

Sebenarnya pada tahun 1997 dibentuk suatu lembaga resmi Thifan yang bernama Lembaga Pendidikan Beladiri Thifan Pokhan untuk membereskan masalah-masalah tersebut di atas, tapi lembaga inipun tidak bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan, masalah bertambah, para pengurus mempunyai sistem yang berbeda-beda dalam mengembangkan Thifan, karena tidak ada titik temu, akhirnya mereka pun berjalan sendiri-sendiri dengan sistem dan metode pelatihan masing-masing.

Pada tahun 1999 terjadi terobosan baru dengan munculnya Thifan Po Khan aliran "T", sebagian besar anggota Thifan bergabung dengan aliran "T", sebagian lagi mendirikan aliran tersendiri, seperti aliran "Na", "Ty" dan lain-lain, sebagian lagi memilih untuk mengembangkan Syufu Taesyu Khan, mereka berjalan dengan sistem dan metode pelatihan masing-masing.

Thifan Po Khan aliran "T" pada awalnya menggunakan metode yang ada di kitab Thifan Po Khan, tapi dengan alasan kajian ilmiah untuk pengembangan metode Thifan, Ketua "T" mulai mengkaji metode pelatihan beladiri lain, metode senam ala barat dan lain-lain, sampai akhirnya metode-metode tersebut dimasukkan ke dalam pelatihan "T" serta menghilangkan sebagian besar metode pelatihan Thifan Po Khan yang 'terlalu keras' dan 'tidak sesuai dengan ilmu kesehatan'.

Masalah lain yang terjadi di "T" adalah managemen yang kurang propesional, sistem yang hanya mengutungkan pengurus pusat dan merugikan para pembimbing (pelatih), di samping itu pula muncul berbagai masalah yang mengakibatkan sedikit demi sedikit pembimbing "T" mengundurkan diri.

Pada awal tahun 2004 muncul aliran baru yaitu Thifan Po Khan "N", sebagian besar para pendirinya adalah pembimbing yang keluar dari "T", alasan mereka keluar karena metode pelatihan "T" dianggap bukan metode Thifan Po Khan, "T" sudah dicampur dengan metode-metode ala barat yang diragukan kebenarannya dan belum pernah teruji. Di samping itu pula mulai muncul kelompok-kelompok lain.

[+/-] Selengkapnya...

Perkembangan Thifan Po Khan di Indonesia

Diperkirakan Thifan masuk ke Indonesia pada tahun 1678 pada masa Sultan Malik Muzafar Syah dari Kerajaan Lamuri, pada saat itu Sultan Malik Muzafar Syah mendatangkan pelatih-pelatih dari Turki Timur yang kemudian disebarkan ke kalangan para bangsawan di Sumatera (dapat dilihat dalam Kisah Raja-raja Lamuri/ Raja Pasai).

Pada abad ke-18 Tuanku Rao dan kawan-kawan mengembangkan ilmu ini ke daerah-daerah Padang, Tapanuli Selatan dan Minang, hingga tersebar ke Bonjol, Sumatera bagian Timur dan Riau yang berpusat di Air Jernih, Batang Uyun (Merbau). Dari Merbau ini diperkirakan menyebar ke Malaysia dan Thailand. Dari Merbau dan Bonjol menyusuri pantai utara Sumatera sampai ke kota Muko-Muko dan akhirnya masuk ke pulau Jawa, terus menyebar dan tidak diketahui ke mana saja penyebarannya.

Sekitar tahun 1900-an Tuanku Haji (Hang) Uding membawa ilmu Thifan ini ke pulau Jawa dan menyebarkannya di daerah Betawi dan sekitarnya.
Masuknya ilmu Thifan ke pulau Jawa ada yang langsung yaitu yang disebarkan oleh orang-orang Tartar ke pulau Jawa sambil berdagang kain, ada pula yang tidak lansung yaitu melalui pesisir pulau Sumatera seperti tersebut di atas.

Pada masa SDI dan SI ada beberapa pemuda Islam yang mengkaji beladiri Thifan Po Khan, kemudian pada masa Masyumi beladiri Thifan Po Khan mulai berkembang dan dikaji oleh beberapa kelompok pemuda Islam tetapi tidak berlanjut.

Pada tahun 1960an gerakan-gerakan keislaman mulai surut, beladiri-beladiri yang berasaskan Islam pun ikut surut, sehingga penyebarannya pun terjadi dengan sembunyi-sembunyi, begitu juga dengan Thifan Po Khan yang berasaskan Islam, penyebarannya kembali surut, pada masa itu hanya beberapa orang saja yang mengkaji Thifan Po Khan dan itupun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.

Pada masa Orba untuk pertama kalinya gerakan Keislaman mulai timbul kembali dalam batas-batas tertentu, dan akhirnya tersendat kembali dengan adanya 'kebijakan' asas tunggal, pada waktu itu penyebaran beladiri Thifan Po Khan kembali surut dan hanya dikaji oleh beberapa orang saja secara pribadi dan sembunyi-sembunyai.

Pada tahun 1972 Thifan Po Khan mulai diajarkan kembali secara pribadi-pribadi di kalangan pemuda PERSIS, walaupun banyak tantangan dari kalangan pemuda PERSIS sendiri, akhirnya pada tahun 1976 dibentuk Yayasan Thifan Po Khan, tapi yayasan itu tidak berfungsi karena banyak hambatan, beladiri Thifan Po Khan pun hampir hilang dari permukaan.

Pada tahun 1980an beladiri Thifan Po Khan mulai tersebar ke berbagai wilayah di pulau Jawa, tetapi penyebarannya terbatas pada Pesantren-pesantren PERSIS dan pemuda-pemuda masjid yang berpaham 'Ahlu Sunnah wal Jama'ah'.

Pada tahun 1987an berdiri lembaga olah raga beladiri Thifan Po Khan, kemudian berganti-ganti badan hukum, timbul perpecahan di dalam dan akhirnya terbentuklah Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia pada awal tahun 2005.

Sebenarnya cukup banyak orang yang berjasa dalam menyebarkan ilmu Thifan Po Khan di pulau Jawa, tetapi nama-nama mereka tidak dikenal dan penyebarannyapun tidak diketahui ke mana saja.

[+/-] Selengkapnya...

Awal Perkembangan Thifan Po Khan

Thifan adalah nama suatu daerah di Negeri Turkistan Timur, daerah jajahan China yang kemudian diganti namanya menjadi Sin Kiang, yang artinya Negeri Baru (Lihat Turkistan: Negeri Islam Yang Hilang, DR. Najib Kailany). Namun kalau kita simak dalam peta dunia, yang akan kita temukan adalah nama Turfan, daerah otonomi yang termasuk dalam wilayah China Utara.

Turkistan Barat dijajah oleh Rusia yang memasukkannya ke dalam wilayah Uni Sovyet. Sebelum Islam datang ke daerah ini, beberapa suku asli seperti Tayli, Kimak, Doghan, Oirat, Kitan, Mongol, Naiman, dan Kati telah memiliki sejenis ilmu beladiri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang dinamakan "kagrul", yang dipadukan dengan pengaturan napas Kampa.

Dakwah Islam mulai disebarkan di Turkistan kira-kira pada dua abad setelah hijriah, sebagaimana tertulis dalam Kitab Zhodam :

"Maka tatkala sampailah dua abad lepas hijrah orang-orang sempadan tanah China arah utara itu masuk Islam. Lalu ilmu pembelaan diri masa mereka memeluk Budha itu dibawanya pula dalam alam Islam, tetapi ditinggalkannya segala upacara yang bersangkut paut dengan kebudhaannya seumpama segala penyembahan, cara bersalam dengan mengatupkan kedua belah tangan, lambang-lambang, dan segala istilah."
(ZHODAM, Syiharani, halaman 9).

Menurut M. Rafiq Khan dalam bukunya "Islam di Tiongkok", mengatakan sebagai berikut :

"Orang Muslim pertama yang datang di Tiongkok ialah dalam zaman pemerintahan Tai Tsung, kaisar kedua dari dinasti Tang (627-650 Masehi). Jumlah mereka ada empat orang, seorang berkedudukan di Kanton, yang kedua di kota Yang Chow, yang ketiga dan yang keempat berdiam di kota Chuang Chow. Orang yang mula-mula mengajarkan Islam ialah Saad bin Abi Waqqas, yang meletakkan batu-batu pertama mesjid Kanton yang terkenal sekarang sebagai Wai-Shin-Zi, yaitu Mesjid untuk kenang-kenangan kepada Nabi"

Dituliskannya pula bahwa selama Pemerintahan Tai Chong (Kaisar ke-2 dari Dinasti Tsung tahun 960-1279 Masehi) Tiongkok diserbu oleh penguasa Muslim dari Kashgharia, yaitu Baghra Khan beserta pasukannya, lalu menduduki Sin Kiang (Simak : Islam di Tiongkok; M. Rafiq Khan dan Sejarah Da'wah Islam; Thomas W. Arnold).

Hal ini disepakati oleh seorang China ahli sejarah terkenal yang bernama Prof. Chin Yuan menyatakan bahwa orang-orang Islam mengirimkan utusan-utusan mereka ke Tiongkok dalam tahun 651, utusan-utusan itu bertemu dengan Kaisar Tiongkok di Changan (Sianfu), ibukota Tiongkok pada waktu itu. Pada tahun 713 M. perbatasan barat Tiongkok dikuasai oleh seorang jenderal Arab yang terkenal bernama Qutaiba bin Muslim, pada waktu itu ia telah menaklukkan daerah yang luas di Asia Tengah dan namanya sangat ditakuti.

Dari uraian di atas dapat dilihat bagaimana hubungan atau interaksi antara dakwah Islam dengan tumbuhnya berbagai macam beladiri di kawasan China, sehingga terjadi pula Islamisasi beladiri. Sesuai dengan bahasa Urwun yang merupakan bahasa asalnya, Thifan Po khan berarti "Kepalan Tangan Bangsawan Thifan". Beladiri ini mempunyai riwayat tersendiri yang khas sebagaimana diceritakan dalam kitab yang bernama Zhodam.

Pada awalnya ada sejenis cara pembelaan diri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang disebut Kagrul, bercampur Kumfu China Purba. Tersebutlah seorang pendeta Budha bernama Ponitorm/Tamo Sozhu/Tatmo/Darma Taishi yang berasal dari Hindustan, ia mengembara ke China untuk menyebarkan ajarannya.

Dalam pengembaraannya sampailah ia ke kawasan Liang yang diperintah oleh Raja Wu, karena terkena fitnah ia melarikan diri dan sampai di Bukit Kao, di sana ia merenung selama 9 tahun. Menyadari murid-muridnya sering mendapat gangguan, baik dari binatang buas, manusia, atau penyakit yang mengakibatkan kurang lancarnya misi penyebaran agama Budha, maka ia pun menyusun suatu rangkaian gerak pembelaan diri seperti tersebut di atas.

Campuran Kumfu China Purba dengan Kampahana Tinju Hindustan yang diatur dengan jalan pernapasan Yoga Dahtayana membentuk Shourim Kumfu/Shaolin Kungfu di wihara-wihara. Pengkajian beladiri ini disusun dalam Kitab I Zen Zang serta ilmu batinnya dalam Kitab Hzen Souzen. Sampai di sini ada kesamaan sejarah dengan beladiri lain seperti Shorinji Kempo, Karate, dan lain-lain, yang masih satu sumber.

Aliran Shourim terus berkembang ke arah utara China dan memasuki daerah orang Lama (Tibet) dan orang Wigu (Turkistan). Di sana aliran Shourim ini pun pecah menjadi berpuluh-puluh cabang. Setiap cabang pun berkembang dan terpengaruh alam tempat pertumbuhan aliran tersebut. Pecahnya Shourim menjadi berbagai macam aliran ini disebabkan Dinasti yang berkuasa tidak menyukai orang Shourim.

Tersebutlah seorang bangsawan bernama Je'nan dari Suku Tayli yang pandai ilmu Syara dan terkenal sebagai ahund (ustadz atau guru) muda. Je'nan menghimpun ilmu-ilmu beladiri itu dan ia pun berguru pada pendekar Namsuit serta orang-orang Wigu. Bersama para pendekar Muslim lain yang memiliki keahlian ilmu Gulat Mogul, Tatar, Saldsyuk, Silat Kitan, Tayli, mereka pun membentuk sebuah aliran bernama Shurul Khan (siasat para raja/bangsawan).

Dari Shurul Khan inilah terbentuk sembilan aliran, aliran-aliran ini kemudian digubah, ditambah, ditempa, dialurkan, lalu dipilah, diteliti dan dikaji sebagai cikal bakal munculnya Thifan Po Khan. Pada masa itu pengaruh ajaran Islam sudah masuk ke dalam beladiri ini.

[+/-] Selengkapnya...

Arti Kata Thifan Po Khan

Thifan adalah nama suatu daerah di Negeri Turkistan Timur, Po artinya kepalan, Khan artinya bangsawan jadi Thifan Po Khan berarti Kepalan Tangan Bangsawan Thifan.

[+/-] Selengkapnya...

Pendahuluan

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sesungguhnya Allah SWT telah mengutus Rasulullah saw sebagai tuntunan hidup bagi umat manusia sebagaimana dituliskan dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Islam membimbing umat manusia untuk menciptakan kemashlahatan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka seluruh pemeluk agama Islam harus berusaha semaksimal mungkin dengan berprinsip amar ma'ruf nahi munkar. Hal itu bisa terlaksana jika jasmani dan rohani umat Islam dalam kondisi sehat dan kuat, diiringi dengan akhlaqul karimah yang berlandaskan kepada Aqidah yang benar.
Oleh karena itu olah raga bela diri Thifan Po Khan sebagai salah satu bela diri yang bersih dari praktek Tahayul, Bid'ah dan Khurafat, merupakan salah satu sarana untuk menciptakan pribadi-pribadi muslim yang sehat, kuat, cerdas dan terampil didasari dengan iman taqwa.

Bentuk dan cara berjurus Olah raga bela diri Thifan Po Khan bersumber dari kitab Shurul Khan Nie Thifan Po Khan susunan Syiharani yang diterjemahkan oleh Hang Nandra Abu Bakar ke dalam bahasa Melayu (bentuk tulisan Arab Melayu) pada tanggal 12 Rabi'ul Awal 1312 H dan disusun dalam huruf latin pada tanggal 31 Juli 1936 M.

[+/-] Selengkapnya...

Tingkatan Latihan

Sesuai dengan maksud dan tujuan dibentuknya Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia, yaitu mengembalikan kaidah Thifan Po Khan pada kitab aslinya, maka tingkatan pelatihan Thifan Po Khan di PTI terdiri dari 12 tingkat, sebagaimana tercantum dalam kitab Thifan Po Khan.

Masing-masing tingkat dalam Thifan Po Khan mempunyai warna sabuk yang berbeda serta mempunyai makna yang berbeda-beda pula, tingkat terakhir dari sabuk Thifan Po Khan merupakan harapan dan tujuan akhir dari pelatihan Thifan Po Khan, yaitu membentuk tamid-tamidnya menjadi pembela hak (dienul Islam).

Tingkatan-tingkatan dalam Thifan Po Khan adalah sebagai berikut :

  1. Fuen (putih) artinya bersiap ditulisi.
  2. Loin houkun (hijau muda) artinya mulai hijau.
  3. Kotlu (ungu) artinya hijau itu mulai masak.
  4. Tureiyt (biru) artinya kedewasaan.
  5. Konlut (coklat tua), artinya sendapan pendekar.
  6. Fuenloin (putih dan hijau) artinya rangkap berfikir.
  7. Tawgi kotlu (ungu dan kuning) artinya menjelang pendekar.
  8. Fun tureiyt (merah dan biru) artinya santaran darah.
  9. Loin houkun (hijau dan coklat tua) artinya tahan diri.
  10. Konlut fuen konlut (coklat tua berjalur putih), artinya tahu akan harga diri.
  11. Fun fuen fun (merah berjalur putih) artinya Pertahankanlah hak.
  12. Tughi onlu tughi (ungu berjalur kuning) artinya pembela hak.

[+/-] Selengkapnya...

Janji Thifan Po Khan

  1. Sanya (Bahwasannya) aku tidak akan menyekutukan Alloh, aku tidak akan percaya pada takhayul, khurafat, dan tidaklah aku akan berbuat bid’ah dalam syara.
  2. Sanya aku akan mentaati hukum Alloh dan Rosul-Nya, sedaya upayaku kujalankan perintah Alloh dan Rosul-Nya, sedaya upayaku kujauhi larangan Alloh dan Rosul-Nya.
  3. Sanya hanya kupergunakan ilmu ini pada jalan haq, dan semoga terumpang barahlah aku apakala ilmu ini kupergunakan pada jalan bathil atau aku mengkhianati amanat sehingga ilmu ini jatuh di luar haq.
  4. Sanya aku berusaha amar ma’ruf nahi munkar.
  5. Sanya aku akan mentaati segala peraturan lanah sepanjang peraturan itu tiada menyimpang dari hukum Alloh dan Rosul-Nya.
  6. Sanya aku tidak akan tekebur, pongah dan congkak.
  7. Tidaklah aku akan terpancing, terhasut lawan, lalu tidaklah aku akan mengikuti jalan kekafiran.
  8. Aku akan teliti bertindak dan tekun mencahari ilmu.
  9. Aku berdaya upaya bersahabat dengan siapapun di dalam batas-batas hukum syara.
  10. Aku tidak akan menganut dan berasas ashobiyah.
  11. Aku tidak akan mempergunakan lambang-lambang, upacara-upacara, penghormatan yang menyalahi syara’

[+/-] Selengkapnya...